Sabtu, 25 September 2010

Bagaimana mengatasi bekas jerawat ? ( oleh : Frans.X Hery widjaja MD )

HILANGNYA jerawat ternyata bukan suatu akhir dari masalah setiap orang. Karena setelah jerawat hilang, biasanya akan terlihat jelas bekas jerawat atau scars. Memang tidak setiap orang berhasil menghilangkan jerawat dengan hasil yang sempurna tapi ada juga jerawat meninggalkan bekas luka. Sehingga permukaan wajah terlihat menjadi sangat kasar dan rusak.

bekas luka pada wajah ada dua macam, yakni bekas luka yang lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan kulit normal (scar hipertrofik), dan bekas luka yang lebih rendah (scars hipotrofik/atrofi ).

Scars hipotrofik atau yang lebih umum dikenal sebagai bopeng, jelasnya, dibagi lagi menjadi tipe ice pick alias bekas luka yang tajam seperti paku pemecah es, tipe box scar atau bekas luka seperti kotak,/box scars dan belas luka tipe rolling atau biasa disebut bekas luka yang melandai.

“Tiap tipe bekas luka ini mempunyai cara pengobatan yang berbeda-beda,”

Jadi jangan pernah berfikir semua scar bisa diatasi dengan satu cara.

Untuk bekas cacar biasanya adalah tipe box scar, terdapat beberapa alternatif pengobatan. Mulai dari krim, LASER, dermaroller, punch,Dermablader, PRP ( tehnik terbaru neh…) , Subsici, punch elevasi/eksisi ( untuk yg bentuk rolling dng diameter < 0,5 mm)

ataupun bedah kimia. Semua modalitas ini, terangnya, pada intinya mendorong pertumbuhan kolagen kulit sehingga sehingga diharapkan ketinggian bekas lukanya bisa kurang lebih sama dengan permukaan sekitarnya.

“Pengobatan bekas luka ini memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga pasien perlu bersabar ( ingat ya…Gak bisa cepat). Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kombinasi pengobatan dengan menggunakan krim, dermaroller, PRP dan bedah kimia sudah dapat memberikan hasil dalam jangka waktu 8-12 minggu , dan pasien biasanya sudah cukup puas pada bulan ke-6, ( kebayang kan lamanya…)

Selain scars, masalah wajah yang cukup sering mengganggu penampilan seorang wanita adalah flek, tidak semua flek pada pada wajah dapat dihilangkan. Untuk memastikan apakah flek tersebut dapat hilang atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan untuk melihat kedalaman. Saya pernah melihat alat yg lumayan canggih untuk melihat kedalan Flex. Buatan USA harganya sekitar 2500-3500 USD). Tapi kalo memang gak ada bisa juga secara klinis atau alat wood lamp warna biru

“Bila fleknya dalam, tidak ada pengobatan apapun bahkan laser sekalipun yang dapat memberikan hasil maksimal pada tipe kulit orang Asia. Flek yang tidak diobati dengan tepat, bukannya bertambah baik malah akan bertambah buruk,”. Jadi jangan pernah sekalipun menembak flex dalam dengan laser dgn kekuatan penuh dan tanpa kemampuan dan pengalaman yg cukup. Karena menurut saya angka keberhasilannya di bawah 40% dan resiko HPI jauh lebih tinggi.

Adapun tindakan paling mudah yang bisa dilakukan untuk mengurangi flek, adalah dengan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Yaitu dengan perlindungan fisik seperti payung dan topi, dan juga penggunaan tabir surya dengan SPF yang cukup.
dan memberikan cream2 pencerah dengan kekuatan bertahap.
“Tabir surya dengan SPF 30 cukup ideal untuk daerah tropis dan tipe kulit orang Asia, karena memberikan perlindungan yang cukup dan juga tidak terlalu lengket,” sambungnya.

Hal yang sering tidak diketahui oleh pengguna tabir surya, urainya, adalah bahwa pemakaian tabir surya ini harus diulangi setiap 2 jam, karena tabir surya yang digunakan mengalami kerusakan dalam melaksanakan tugasnya melindungi kulit dari sinar matahari.

“Setiap orang adalah unik, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara spesifik mengenai permasalahannya, baik dari jenis flek yang dialami, penyebab flek, karakteristik kulit, pekerjaan, dan banyak hal lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar