Rabu, 15 Desember 2010

Dari A sampai Z tentang berbagai jenis Chemichal peeling

Chemical peeling biasa digunakan untuk permasalahan penuaan, disamping itu juga dapat meningkatkan tekstur kulit, mengurangi hiperpigmentasi dan kerut ringan. Peeling juga berguna untuk acne, rosasea dan melasma. Pada tahun 2006 pelling menjadi prosedur kosmetik kedua dari botox.
Chemical peeling dikategorikan berdasarkan kedalaman lapisan: superficial, medium, deep. Peeling superficial mengakibatkan nekrosis seluruh lapisan epidermis dari stratum granulosum hingga stratum basalis. Peeling medium-depth mengakibatkan nekrosis epi dermis dan dermis papilare. Sedang peeling deep hingga lapisan dermis retikular.

PEELING SUPERFICIAL
Zat yang digunakan sangat bervariasi seperti alfa hidroksi acid (AHA), beta hidroksi acid (BHA), Jessner, Jessner modifikasi, resorsinol, trikloroasetic acid (TCA). Semua zat ini mengakibatkan deskuamasi, meningkatkan siklus sel. Cairan ini membuang lapisan superficial korneum.
AHA dan BHA
AHA dan BHA adalah asam organik yang dapat mengakibatkan eksfoliasi dan mempercepat siklus sel. Penulis telah membuktikan bahwa AHA dan BHA dapat memperbaiki pigmentasi freckles, lentigo, kerut ringan juga keratosis actinic dan seboroik.
Pada penelitian tahun 1970 an diketahui bahwa AHA mempengaruhi keratinisasi epidermal. AHA dan BHA mempengaruhi kohesivitas korneosit dimana cairan ini mengubah Ph kulit. Saat AHA, BHA konsentrasi tinggi diaplikasikan, hasilnya keratinosit akan lepas dan terjadi epidermolisis. Pada konsentrasi rendah dapat mengurangi kohesi interkorneosit secara langsung pada lapisan diatas lapisan granulosum, deskuamasi. Dalam hal ini terdapat 2 efek yaitu mempercepat siklus sel dan meningkatkan deskuamasi sehingga dapat memperhalus permukaan kulit dan menipiskan hiperpigmentasi
AHA
AHA adalah komponen yang mengandung rantai hidroksi di posisi alfa. Kelompok ini termasuk glycolic acid dari asam laktat, asam sitrat, phytic acid, citrus fruit
Glicolic acid
Popular disebut ‘lunchtime peel’ karena pasien dapat melakukan peeling selama makan siang dan dapat kembali bekerja. Peeling ini merupakan chemical peeling superficial yang sangat popular karena keefektifan dan mudah digunakan,
Pada tahun 1996 Ditre menunjukan bahwa AHA secara histology 25% meningkatkan ketebalan kulit, meningkatkan mukopolisakarida dermis, memperbaiki kualitas serat elastin dan meningkatkan ketebalan kolagen .
Pada faktanya menurut Kim dkk glikolik acid meningkatkan proliferasi fibroblast dan meningkatkan kolagen in vitro. Kadang-kadang digunakan pada pasien acne.
Tidak seperti peeling lain, Glikolic acid harus dinetralisasi untuk mencegah efek terbakar. Karena itu peeling ini baik digunakan untuk area yang kecil, tidak digunakan pada area yang besar ditubuh. Karena aplikasi harus cepat dan dinetralisir dengan cepat.
Lactic acid
Merupakan kelompok AHA yang sering terkandung pada produk pelembab. Tidak biasa digunakan pada office peel. Lactic acid dihipotesa menjadi bagian dari pelembab natural kulit yang berperan pada hidrasi kulit. Pada satu penelitian didapat juga dapat meningkatkan ketebalan dan kelembutan kulit, tekstur dan kelembaban pada konsentrasi 5-12% lactic acid. Efeknya hanya terbatas pada epidermis tidak sampai dermis.



BHA
Juga dikenal dengan sebutan asam salisilat. Formula ini juga tersedia OTC sehingga dapat digunakan dirumah dengan konsentrasi 0,5-2%.
Asam salisilat biasa digunakan dengan konsentrasi 20-30% untuk office peel. Peeling ini mengatasi kerut halus, menyamarkan pigmentasi . Fungsinya hampir sama dengan AHA. BHA memiliki sifat antiinflamasi sehingga iritasi juga lebih sedikit disbanding AHA. Karena sifat ini BHA juga dapat digunakan untuk rosasea dan acne.
BHA juga memiliki efek pencerahan namun juga tetap ada resiko hiperpigmentasi. Triknya adalah gunakan peeling yang cukup kuat sehingga efektif namun jangan terlalu kuat karena dapat memicu inflamasi.
Sifat BHA yang tidak dimiliki AHA adalah lipofilik sehingga dapat penetrasi ke sebacea, pori, folikel rambut. Sedang AHA yang larut dalam air tidak memiliki sifat komedolitik. Jadi BHA lebih memilike efek komedolitik yang kuat dibanding AHA.
Reaksi yang terjadi setelah peeling BHA adalah frosting karena presipitat asam salisilat.
Saat melakukan peeling jangan diberi kipas angin karena akan menguapkan bahan peeling sehingga akan mengurangi efeknya.
Karena peeling BHA tidak perlu dinetralkan jadi dapat digunakan untuk area yang luas misalnya di punggung, namun perlu diperhatikan akan timbulnya salisilism dengan tanda-tanda mual, disorientasi, telinga berdengung.







AHA

BHA
Kegunaan terhadap fotoaging, acne , melasma

Ya

Ya
Lipofilik

Tidak

Ya
Perlu anestesi

Tidak

Ya
Meningkatkan siklus sel, eksfoliasi

Ya

Ya
Meningkatkan sintesa kolagen

Ya

Tidak
Frosting

Tidak

Ya
Netralisir

Ya

Tidak

EVALUASI DAN PERBANDINGAN SEDIAAN HIDROKSI ACID
Aspek yang paling penting mengenai kekuatan chemical peeling adalah jumlah asam yang bebas. Jumlah asam yang bebas dipengaruhi oleh konsentrasi cairan peeling, pKa, Ph, perlu tidaknya peeling dibuffer. Karena hal kompleks ini maka glikolic acid 30% dari satu perusahaan tidak sama dengan perusahaan lain.
Pentingnya pKa
pKa adalah pH dimana level asam bebas sama dengan level garam yang membentuk asam. Saat pH IV.
CAIRAN JESSNER
Kombinasi dari resorsinol 14g, asam salisilat 14g, asam laktat 14g dalam etanol 95% untuk membuat cairan 100 cc. Kekuatan peeling ditentukan berapi lapis yang dioleskan. Cairan peeling ini tidak perlu dinetralisir.
EFEK SAMPING PEELING SUPERFISIAL
Eritem, gatal, kulit sensitive,epidermolisis. Peeling dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi, frekuensi yang sering. Kemungkinan terjadinya hiperpigmentasi pasca inflamasi sangat jarang, untuk memperkecil kemungkinan tersebut dapat diberikan tretinoin dan tabir surya sebelumnya.


PEELING MEDIUM
Trikloroasetat acid 10-40%
TCA menjadi popular tahun 1960. TCA 10-15% digunakan untuk diskromia, kerut halus , dan memperhalus kulit. TCA 35-40% menyebabkan nekrosis epidermal-dermal tanpa toksisitas sistemik. Pasien dengan kulit gelap jangan peeling TCA karena resiko hiperpigmentasi pasca inflamasi.
Reaksi setelah peeling TCA terjadi frosting karena denaturasi protein yang menjadi tanda peeling harus dihentikan. TCA dapat digunakan tunggal atau dikombinasi dengan glycolic acid untuk mencapai lapisan yang lebih dalam. Waktu penyembuhan TCA 5-7hari sedang TCA-glikolik acid 7-10hari.
TCA peeling tersedia berbagai merek, ada yang memiliki indikator terjadinya frosting contohnya obagi blue peel. 1-2 lapis menghasilkan peeling superficial, 3-4 lapis menghasilkan peeling medium.

TCA peel
Obagi blue peel

EFEK SAMPING
Pasien harus diinformasikan bahwa kulit mereka akan tampak buruk setidaknya untuk 10 hari setelah peeling medium. Saat 1-2hari pertama kulit menjadi sedikit merah. Pada hari 3-4 kulit menjadi lebih gelap, hari ke 5 kulit akan terkelupas. Pengelupasn ini berakhir pada hari ke 10.
Kontra indikasi untuk dilakukan peeling medium adalah kulit tipe gelap, pasien yang baru mendapat terapi laser .
Pasien dengan lentigo, sementara setelah peeling akan hilang, namun akan muncul lagi Karena melanosit yang menyebabkan pigmentasi ini posisi nya dibawah lapisan yang dipeeling. Maka itu baik setelah chemical peeling dapat diberi tabir surya dan retinoid, hidroquinon atau pemutih lain.
Pasien dengan riwayat herpes simplex dapat diberi antivirus

BERBAHAYAKAN HIDROQUNON DAN TRETINOID ?

Sekilas info

Akhir-akhir ini memang banyak pemberitaan mengenai ditariknya beberapa produk kosmetik yang dijual bebas, karena mengandung bahan-bahan yang berbahaya dan dilarang. Ditambah informasi yang simpang siur di media massa akhirnya menimbulkan rasa takut pada masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan, karena masyarakat berhak mendapatkan informasi untuk memproteksi diri. Dari empat bahan yang dikatakan berbahaya (asam retinoat, merkuri, hidrokuinon, rhodamin), yang benar-benar berbahaya dan tidak boleh digunakan sama sekali pada kulit adalah merkuri dan rhodamin, karena merkuri adalah racun, sehingga tidak boleh digunakan sedikit pun pada kulit ataupun di konsumsi. Rhodamin adalah pewarna pakaian, dan karena kulit kita bukan pakaian, jadi janganlah kita mengoleskan rhodamin pada kulit kita.

Terdapat pernyataan bahwa krim yang mengandung asam retinoat berbahaya bagi janin.
Ini tidak sepenuhnya benar, ingat kita memberikan dalam bentuk cream yg dioleskan pada lapisan epidermis (yg tidak terdapat pembuluh darah) dan tubuh kita diciptakan dengan berbagai filter yg maha dasyat yg tidak begitu mudah bisa menembus janin (pada wanita yg mengandung)
cara pemberian obat, dioles dan dimakan jelas merupakan dua hal yang berbeda. Asam retinoat merupakan obat pilihan untuk mengobati beberapa permasalahan pada kulit, seperti jerawat ataupun keriput. Dalam berbagai congress dermatologis berskala internasional obat ini merupakan obat yg terbukti memiliki banyak manfaat selama di gunakan dengan benar dan dibawah pengawasan dokter

Namun bila digunakan tanpa pengawasan dokter ahli, dapat menimbulkan efek samping yang dapat memperburuk keadaan kulit. Asam retinoat yang dioles dapat menyebabkan kulit iritasi, namun tidak mempunyai efek membahayakan janin bila digunakan pada ibu hamil. Penelitian selama 10 tahun menunjukkan bahwa asam retinoat yang terserap masuk tubuh dari krim asam retinoat yang digunakan ibu hamil sangatlah sedikit, dan telah terbukti tidak menyebabkan gangguan apapun pada janin.

Lain halnya dengan teman dari asam retinoat yang merupakan turunannya yg diberikan secara di minum bernama isotretinoin, isotretinoin masih segolongan dengan asam retinoat, obat ini bila diminum dapat membantu mengontrol jerawat, namun bila dikonsumsi oleh ibu hamil dapat menyebabkan gangguan pada janin. Pendapat yang menyebutkan bahwa krim yang mengandung asam retinoat dapat menyebabkan gangguan pada janin jelas tidaklah tepat.

Hidrokuinon mempunyai efek dapat mencerahkan kulit, namun dikatakan dapat menyebabkan gagal ginjal dan okronosis (kulit menjadi berflek warna biru abu-abu). Hidrokuinon dapat menyebabkan efek samping bila digunakan dengan konsentrasi tinggi, seperti 10 persen. Konsentrasi yang biasanya digunakan oleh dokter adalah 2-5 persen, dan dari penelitian terbukti bahwa konsentrasi tersebut hampir tidak pernah menimbulkan okronosis, apalagi gagal ginjal.

Dahulu hidrokuinon dengan kadar 2 persen boleh dijual bebas, namun sekarang badan POM melarang PENJUALAN BEBAS hidrokuinon dalam kadar berapa pun (bukan melarang hidrokuinon). Karena ada pihak-pihak yang merasa terusik dengan peraturan baru dari badan POM, timbul lah pemberitaan oleh pihak tersebut yang menjelek-jelekkan hidrokuinon. Kadar HQ < 2% dari beberapa literature internasional tidak terlalu efektif dalam mengatasi flex jenis melasma.

Kesimpulan:

1. Asam retinoat dan hidrokuinon adalah obat yang penggunaannya harus dengan resep dokter dan supervisi, penjualan bebas krim yang mengandung asam retinoat dan hidrokuinon dilarang keras, oleh karena itu beberapa produk kosmetik yang dijual bebas ditarik dari peredaran. Kedua bahan ini sudah berpuluh-puluh tahun di gunakan dan sudah ratusan uji klinik dilakukan untuk mengetahui manfaat untuk beberapa kasus. Dalam congress terakhir di Malaysia. Congress asia-australia Dermatologis, dipaparkan penemuan terbaru tentang kombinasi ke dua bahan tersebut dengan bahan lain. Dan kedua turunan bahan tersebut masih merupakan golden standart untuk permasalahan kulit yang berat.
Kedua bahan tersebut seperti pisau bermata Ganda, akan sangat baik jika tahu cara menggunakannya dan akan berdampak buruk jika digunakan secara serampangan.
Sekarang sudah banyak ditemukan turunan dari kedua gol bahan tersebut, yg memiliki efek samping iritasi yg jauh lebih ringan.

2. Merkuri dan rhodamin adalah zat yang tidak boleh digunakan pada kulit, sehingga pemakaiannya untuk kulit dilarang sepenuhnya.

3. Berhati-hatilah dalam menggunakan krim ataupun produk kosmetik yang tidak diracik oleh dokter ahli .
4.Jangan Terlalu percaya dengan iklan/ produk yg mengatakan racikan dokter, tapi tidak ada dokter yg bisa memberikan supervise.
5. Berhati-Hatilah menggunakan produk dlm jangka waktu lama tanpa dibawah pengawasan dokter.
6.waspada terhadap produk perawatan kulit 1 paket produk sejenis yg bisa digunakan dengan segala jenis kulit. Karena jenis kulit yg berbeda harus menggunakan produk yg berbeda pula.
7. Produk perawatan yg anda Gunakan mungkin berdampak baik untuk kulit anda, tapi belum tentu berdampak baik pula terhadap kulit orang lain.

Senin, 13 Desember 2010

APAKAH BOPENG /SCARS BEKAS JERAWAT BISA DI PERBAIKI 100 % ? Oleh Dr. Frans x Hery Widjaya

Pertanyaan ini hampir ditanyakan oleh sebagian besar Pasien2 di Klinik. Dengan sangat menyesal saya menjawab : Tidak bisa diperbaiki 100%. Jika ada perawatan dibelahan Dunia manapun yg bisa memperbaiki Scar 90 sampai 100 %, sudah pasti itu Gombal alias Bohong besar. Apalagi jika scar jerawat dlm bentuk bervariasi. Scars jerawat TIDAK BISA DI PERBAIKI DENGAN HANYA MELAKUKAN 1 MODULITAS ( 1 cara saja). Karena type Scars jerawat sendiri ada beberapa Type dan masing- masing Type punya cara sendiri untuk memperbaiki. Bopeng bekas jerawat ini biasa terjadi karena infeksi jerawat yg berulang disuatu tempat dan terjadi peradangan yg cukup parah ( biasa pada type acne conglobata dan acne vulgaris Noduler berat) dan penanganan yg terlambat dan salah. Pada saat Terjadi Jerawat yg cukup Parah ( terdapat banyak nodul, semacam bisul2 ukuran kecil) dengan nanah yg menginfeksi semua wajah kita tidak bisa terlalu memanipulasi terlalu banyak ( memencet jerawat yg meradang, mengosok, melakukan penguapan dll) , Kita hanya perlu meredakan infeksi dan mengendalikan minyak yg berlebih di wajah ( ini seperti kita memutuskan rantai penyebab terjadinya jerawat) jika pun dilakukan tindakan kita bisa menyuntikan pada jerawat yg meradang dgn anti radang atau anti biotic (jika memang perlu)